Kamis, 26 November 2009
...
Kuminum seteguk saraba manis
Yang aku pesan di pantai Kamali
Seperti manisnya mawar-mawar itu
Yang tumbuh dan terukir di senyummu
Kuminum seteguk saraba manis
Dibuat dari susu, dan indahnya gemerlip bintang
Yang menghiasi laut itu
Menemani ikan-ikan bermimpi
Seperti cintaku padamu
Sederhana tapi suci dari debu
Dan sejuk seperti angin mala mini
Kuminum seteguk saraba manis
Duduk diam terpaku
Dan gemetar karena malu
Saat jiwa hitam dan beku
Kuminum seteguk saraba manis
Saat kupu-kupu malam telah kelelahan
Mancari madu di setiap bunga-bunga yang mekar
Dan barisan pengamen bernyanyi
Mengusik jiwa-jiwa yang hening
Kuminum seteguk saraba manis
Saat lampu merkuri itu mulai redup
Dan lorong-lorong hati ini mulai gelap
Saat cinta mulai terbang mencari nurani
Menemani mereka yang ingin bermimpi
Kuminum seteguk saraba manis
Yang ingin kubasahi di bibirmu
Dengan kasih sayang penuh
Hingga jiwa ini menjadi milikmu
Tapi kau telah terbang jauh
Bersama angin malam itu
-Pantai Kamali-
10.00 p.m
24 Nopember 2005
Senin, 23 November 2009
"Serpihan-serpihan Kecil Emosi yang Kutemukan Kembali saat Membenahi Sudut-Sudut Ruang Hari Ini"
[...]
Tak ada kata hari ini
Dinding-dinding senyap dan diam
Tak kudengar jangkrik bernyanyi
Hanya lalu lalang orang yang gelisah
Dan nyawa yang termangu dan menunggu
Aku bertanya,
"Sudah turunkah cucu Adam berikutnya?"
"Belum", jawab mereka
Ku tunggu jawaban itu
Sampai matahari tertidur
Dan Khalifah kecilku terbangun
Kulihat wajah peri itu bersinar
"Pak, Siapakah dia?"
"Ia adalah Aiunul Mardhiyah?"
"Bukan, tapi pengikutnya"
Alhamdulillah
Maha suci Allah, Zat yang Maha Mengaruniahkan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya
Ku lihat bibir itu tersenyum gembira dari surga
Tapi dia tak sadar, kelak senyum ini berakhir dengan air mata
-Untuk Keponakanku Tersayang-
-Terbaring lesu di Rumah Sakit menunggu pelukan Sang Ibu-
10.49 p.m.
Unknown date
"Serpihan-serpihan Kecil Emosi yang Kutemukan Kembali saat Membenahi Sudut-Sudut Ruang Hari Ini"
Malam ini kota Bau-Bau sedang menutupi dirinya sendiri. Manusia dan kehidupan malamnya yang telah menanti bersama puing-puing harga diri dan kupu-kupu yang menyusuri sunyi.
Aku singgah di sebuah sudut di pantai Kamali. Aku pernah menulis untukmu disini, bersama cahaya bulan yang menerangi, menemani ikan-ikan menari-nari.
Aku kirimkan hangatnya kacang rebus untukmu, dimana pun kau berada. Sekarang aku berharap bisa menemukan kembali puisi dan kata-kata yang sempat terlewati. Kata-kata yang pernah kutuliskan untukmu, tercecer entah dimana. Mungkin seseorang telah menemukannya dan menumbuhkannya menjadi mawar, lalu aromanya terbang menghiasi, bersama angin malam ini.
Orang-orang mulai bercerita tentang tragedi, tentang drama kehidupan yang hitam, terasing dan menyakitkan. Engkau tidak tahu sayang, aku lebih sedih dan ngeri engkau pergi dari pada tragedi yang terjadi.
Kepergianmu membuatku menangis meninggalkan sepucuk melati yang mekar di taman hati saat senyummu menyirami. Seseungguhnya sayang, aku suka senyummu, jika engkau senyum, aku akan menikmati hangatnya pelukmu, lembut nafasmu, dan semburat senja di keningmu.
Aku suka senyummu sayang, ada seribu inspirasi yang tertanam di bibirmu. Nyanyian air laut di Pantai Kamali, Sun Set di pantai Nirwana, atau pun bintang-bintang bersama bulan malam ini tak sanggup menandingi indahnya lukisan merah muda yang terpajang di bibirmu.
Kau tahu sayang, kebahagiaanku adalah melihatmu di atas rembulan bersama bidadari yang menerangi bintang. Kebahagiaanku adalah menikmati aroma tubuhmu yang harum mawar, bersama lembutnya nafasmu. Kebahagiaanku adalah memandang cintamu yang bening, hanyut di sungaimu yang hening.
Namun sayang, semua tinggal kenangan yang berlalu dan pergi, tinggal sepucuk angan-angan yang berharap mekar kembali bersama jiwa yang selalu menanti, saat engkau tak ada lagi mengusik lorong-lorong hati yang sunyi karena kau t'lah pergi meninggalkanku disini.
[...]
Kutulis surat ini untukmuKetika matahari telah lama tertidur
Ketika rembulan sudah terbangun
Ketika orang menghentikan hari di pantai Kamali
Ketika inspirasi tenggelam, membenamkan cintaku yang buram, jauh di dasar laut ini
-Pantai Kamali-
11.00 p.m
6 Desember 2005
Selasa, 29 September 2009
Camp Rock Soundtracks Lyrics
Joe Jonas - I Gotta Find You Lyrics
PART 1:
Every time I think I'm closer to the heart
Of what it means to know just who I am
I think I've finally found a better place to start
But no one ever seems to understand
I need to try to get to where you are
Could it be you're not that far
CHORUS:
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
Oh yeah, yeah, yeah
PART 2:
You're the remedy I'm searching hard to find
To fix the puzzle that I see inside
Panting all my dreams the color of your smile
When I find you it will be alright
I need to try to get to where you are
Could it be you're not that far
CHORUS:
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
PART 3:
Been feeling lost, can't find the words to say
Spending all my time, stuck in yesterday
Where you are is where I wanna be
Oh next to you
And you next to me
Oh, I need to find you
Yeah
CHORUS:
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
CHORUS:
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
Yeah, yeah, I gotta find you
[Thanks to Sarah Frank for corrections]
[Thanks to Samantha for corrections]
Demi Lovato and Joe Jonas - This Is Me Lyrics
Mitchie: I've always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world, What I've got to say
But I have this dream, Bright inside of me
I'm gonna let it show, it's time, to let you know
To let you know
This is real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be, now
Gonna let the light, Shine on me
Now I've found, who i am, there's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This me
(Talking)
Joe: that's the song
Nick: so that must be the girl
Kevin: ya think?
Mitchie: Do you know what it's like?
To feel so in the dark
To dream about a life, when you're a shining star
Even though it seems, like its to far away
I have to believe, in myself
It's the only way
This is real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be, now
Gonna let the light, shine on me
Now I found, who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
Shane: You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you, I got to find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
Both: I got to find you
Mitchie: This is real, this is me
Both: I'm exactly where I'm supposed to be now, gonna let the light, shine on me
Now I've found who I am, there's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
Yeah
Mitchie: This is me, Ohhh
Shane: You're the missing piece I need, the song inside of me
I need to find you
Mitchie: This is me
Shane:You're the voice I here inside my head, the reason that I'm singing
Both: Now I've found, who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
[Thanks to Elizabeth for corrections]
\
Demi Lavoto and Girls - Our Time Is Here Lyrics
We're done but it's not over
We'll start it again
After the end of the day,
it keeps getting better
Don't be afraid
we'll do it together
Come on, Come on, You know
It's your time to move
It's my time to move
Come on, Come on, Let go
Leave it all behind
Your past and mine
Gone are the days of summer
We couldn't change it if we tried
Why would we want to
Let's go where we got to
Our paths will cross again in time
It's never the same tomorrow
And tomorrow is never clear
So come on, Come on, You know
Our time, Our time is here
We know but we're not certain
How can we be
How can we see what's ahead
The road keeps on turning
And all we can do is travel each day to the next
Come on, Come on, You know
It's your time to move
It's my time to move
Come on, Come on, Let go
Leave it all behind
Your past and mine
Gone are the days of summer
We couldn't change it if we tried
Why would we want to
Let's go where we got to
Our paths will cross again in time
It's never the same tomorrow
And tomorrow is never clear
So come on, Come on, You know
Our time, Our time is here
Yeah Yeah!
Come on, Come on, Our time is here
Gone are the days of summer
We couldn't change it if we tried
So come on, Come on, Come on
Come on, Come on, Come on
So come on, Come on, You know
Our time, Our time is here
[Thanks to katie for lyrics]
[Thanks to Ruby for corrections]
Joe Jonas - I Need To Find You Lyrics
Everytime I think I'm close to the heart,
What it means to know just who I am
I think Ive finally found a better place to start
Where no one ever seems to understand
I need to try to get to where you are.
Could it be you're not that far
You're the voice I hear inside my head the reason that im singing
I need to find you, I gotta find you
Your the missing piece I need, The song inside of me.
I need to find you, I gotta find you.
Your the melody i'm searchin' hard to find
to fix the puzzle that i see inside
waiting on my dreams
the color of your smile
when i find you we would be alright
i need to try to get to where you are
could it be that your not that far
You're the voice I hear inside my head the reason that im singing
I need to find you, I gotta find you
Your the missing piece I need, The song inside of me.
I need to find you, I gotta find you.
been feelin lost can't find the words to say
spendin' all my time stuck hear yesterday
where you are is where i wanna be
oh next to you and you next to me
i need to find you
You're the voice I hear inside my head the reason that im singing
I need to find you (i need to find you), I gotta find you
Your the missing piece I need, The song inside of me.
i need to find you, i gotta find you
You're the voice I hear inside my head the reason that im singing
I need to find you (i need to find you), I gotta find you
Your the missing piece I need, The song inside of me.
i need to find you, i gotta find you
I gotta find you.
[Thanks to Danica for lyrics]
Woah
Yeah, yeah, yeah
How to choose
Who to be
Well let's see
There's so many choices now
Play guitar, Be a movie star
In my head a voice says
Why not
Try everything
Why stop
Reach for any dream
I can rock
'Cause it's my life and now's the time
(CHORUS)
Who will I be
It's up to me
All the never-ending possibilities
That I can see
There's nothing that I can't do
Who will I be
Yes, I believe
I get to make the future what I want to
If I can become anyone and know the choice is up to me
Who will I be?
(Yeah)
If I decide
I'm the girl
To change the world
I can do it any time
Opportunity right in front of me
An the choice is all mine
Why not
Try everything
Why stop
Reach for any dream
I can rock
'Cause it's my life and now's the time
(CHORUS)
I wanna find the
Who I am inside
Who will I be
I wanna show the
The way that I can shine
Oh, yeah
Who will I be
It's up to me
All the never-ending possibilities
That I can see
There's nothing that I can't do
Who will I be
Yes, I believe
I get to make the future what I want to
If I can become anyone and know the choice is up to me
Who will I be
Whoa
Who will I be
Who will I be?
Rabu, 19 Agustus 2009
HMI dalam nilai kejuangan Islam dan kepribadian Indonesia

Selamat ulang tahun Indonesia, 17 Agustus 2009.
Adalah sebuah bentuk persuasif kepada seluruh masyarakat khususnya Mahasiswa Islam untuk menelaah sejarah dalam napak tilas perjuangan nilai-nilai Islam dalam berjihad mempertahankan eksistensi Indonesia.
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) adalah organisasi yang lahir dari kemajemukan mahasiswa Islam yang dipengaruhi baik oleh faktor sosiografis, kulturgrafis, maupun demografis. Dimana ketika lahir dan sampai saat ini, mengemban dua tugas yaitu tugas Agama dan tugas Negara. Dua hal ini bukanlah menggambarkan alternatif satu sama lain, tetapi dua hal yang tak terpisahkan satu sama lain. Dan dalam perjalanannya, HMI adalah bentuk mutlak yang tak terpisahkan dalam sejarah dan kehidupan bangsa Indonesia. Isyarat ini jelas terlihat dalam tujuan HMI ketika pertama kali berdiri yakni Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Agama Islam.
HMI yang tak lepas dari wataknya sebagai mahasiswa merupakan organisasi sebagai wadah belajar dan tumbuh untuk terus berkembang. Maka HMI menampung ide kreatif dari pemikiran yang berwawasan strategis dalam pembentukan pola pikir para kader. Kebebasan berpikir namun tetap dalam ranah koridor yang relevan menjadikan HMI seperti ruang persemaian bibit-bibit unggul untuk terus dipelihara dan kemudian menjadikan sistem pemikiran yang utuh dan terpadu.
Kemerdekaan berpikir ini semata-mata hanyalah bentuk proses pencarian kebenaran yang tak boleh stagnan pada batas-batas tertentu. Seperti halnya, lebih baik memperoleh kebenaran meskipun resiko tersesat dari pada memperoleh kebenaran dalam diam. Tersirat dari isyarat ini adalah bentuk kaderisasi yang dijalankan dalam mengemban nilai-nilai kejuangan HMI. Karena HMI adalah wadah karakter Mahasiswa yang merupakan kalangan muda untuk tak dibiarkan memendam berbagai pertanyaan yang mungkin menjadi gugatan dalam pikiran mereka bahkan menyangkut hal-hal yang dasar dalam agama. Meskipun dalam proses pencarian kalangan muda ini masih belum mapan tapi hal ini merupakan bentuk kewajaran karena dalam prosesnya akan mengalami tantangan-tantangan dan akhirnya akan lebih mematangkan pemikiran. Kondisi ini jelas dilakukan dalam bentuk kaderisasi HMI dalam forum dialog terbuka tanpa merasa digurui dan dihakimi.
Lalu, sejalan dengan lahirnya pemikiran-pemikiran ini, para kader HMI akan memahami HMI berada dalam koridor keindonesiaan dan keislaman. HMI kemudian memiliki komitmen kepada Indonesia sebagai kelanjutan dari sistem keimanannya. Dimana HMI mengindonesia karena hendak mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang diserapnya dari ajaran-ajaran agama. Maka dalam mengislam, HMI mengislam dalam wadah dikaruniakan Tuhan kepadanya, yaitu tanah air Indonesia. (Dr. H. Nurcholis Madjid, 1986).
Maka suatu pilihan mutlak bahwa HMI hadir untuk terus berkembang dan mengembangkan diri dengan mengindonesia dan suatu gejala untuk bertaqwa kepada Allah. Sejalan dengan itu pula, HMI ada sebagai organisasi pembaharuan. Dimana dalam setiap pembaharuan terdapat tiga sasaran pokok, yakni organisasi, pemikiran, dan ijtihat. Dalam konfigurasi hal-hal di atas, HMI tak lupa pada posisinya sebagai insan akademis yang bernafaskan Islam untuk menempati posisi sebagai kader bangsa Indonesia dalam dimensi dahulu (sejarah), sekarang, dan masa yang akan datang.
Sehingga tantangannya, HMI tidak hanya beriman tapi juga berilmu dengan membawa keintelektualan dan wawasan-wawasannya bergerak dalam pembinaan insan akademis, pencipta, pengabdi dalam koridor Islam serta mengambil tanggung jawab untuk terciptanya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah swt. Amiin Dalam tanggung jawab keIslaman yang universal, kita seharusnya tak hanya diam melihat penjajahan Islam saat ini. Seperti halnya kita melihat Palestina. Miniatur penjajahan Islam yang selalu luput dari solusi dan bahasan Internasional untuk mengutuk Yahudi. Sedang dalam keindonesiaan kita tak hanya diam melihat permasalahan bangsa saat ini.
Bahagia HMI
Januar S Kaimuddin
Koordinator Komisariat Sepuluh Nopember Surabaya
Pustaka :
Sejarah HMI (buku hijau)
Agus Salim Sitompul, Pemikiran HMI dan Relevansinya dengan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Jumat, 23 Januari 2009
Apakah Tuhan Punya “Kuasa”?
Tuhanku, jika Allah itulah nama-Mu Tuhan. Anggap saja ini protesku Tuhan. Ku sebut nama-Mu dalam hatiku Tuhan, dalam hatiku. Engkau menciptakanku Tuhan, dengan naluriah manusia. Punya akal dan rasa. Dan atas karuniamu inilah, aku protes pada-Mu. Tuhanku, jika Allah adalah nama-Mu. Engkau tahu Tuhan. Tak secuil pun manifestasi kesombongan dalam protesku Tuhan. Seperti prasasti yang diukir oleh para kritikus-kritikus di jalan sana Tuhanku. Tak jelas, apakah protes itu adalah kepedulian atau kepentingan. Tapi jika butuh sebuah pengakuan atas kerendahanku Tuhan, maka terimalah sujud maafku Tuhan. Sebagai hamba-Mu, ku mohon pada-Mu. Jika kesombongan adalah konspirasi terselubung dalam hatiku, belenggulah itu. Aku tahu Tuhan, Engkau membencinya. Sebab, itulah dosa pertama di alam semesta yang mengotori segala singgasana-Mu. Karena aku tahu Tuhan. Antara kebenaran atau salah, adalah hanya urusanku dengan-Mu Tuhan.
Maka masa bodoh dengan kritikus-kritikus jalanan tadi Tuhanku. Akulah yang sedang berurusan dengan-Mu Tuhanku. Tuhanku, dengan tundukan kepala, ku protes pada-Mu. Atas ketidakadilan yang menjadi pembenaran diciptaan-Mu. Engkau sungguh Maha Tahu atas kami. Tapi kami sungguh tak tahu atas-Mu. Jika Engkau Maha Kasih, pulalah Engkau Maha Bersedih atas kami? Apakah Maha Pemberi Adzab yang menetralisir Maha Kasih-Mu? Lalu, siapakah yang Engkau timpakan adzab? Islam atau zionis? Jika Islam, maka berikanlah ketabahan dan kekuatan untuk menerima adzab-Mu. Semoga kami dapat berdiri lagi untuk memohon taubat-Mu. Tapi jika bukan, dimanakah kuasa-Mu Tuhan?
Sedang apakah diri-Mu Tuhanku? Kami rindu “Kun Fayakun”-Mu Tuhanku. Kerinduan yang telah melebihi kerinduan atas cerita yang menjadi lembaran-lembaran wahyu-Mu. Jika jadi maka jadilah. Apakah semuanya tanpa rencana? Jika Engkau menginginkan kesabaran dan ketabahan kami, mengapa Kau beri pula batas-batas kesabarannya Tuhanku. Kami bukan barisan para Nabi Tuhanku. Apalagi aku, manusia yang tak terpilih sebagai siapa-siapa? Tapi aku punya hak Tuhanku, meskipun kewajibanku sejatinya akan meluruhkan hak-hak itu. Setidaknya, jika ingin bersedih, itulah hakku.
Allah, jika itulah nama-Mu Tuhan. Terlalu banyak misteri atas kuasa-Mu Tuhan. Hingga manusia telah roboh dahulu dalam mengejar janji-Mu. Kenikmatan abadi, tak kenal lagi dunia yang peri. Lalu lahirlah teka-teki. Kesabaran ini, manakah yang pantas? Atas syukur kami, atau atas janji kenikmatanmu? Adakah seperti tawar menawar harga? Ibadah adalah manifestasi mencuri perhatian pada-Mu.
Tuhanku, aku lahir di tanah yang hanya bertikai sosial Tuhan. Kebodohan, kemiskinan, keserakahan. Itulah perang disini Tuhan. Di tanah kelahiranku, dari rahim ibuku. Di daerah yang lebih dekat dan bahkan letak kebesaran kasih-Mu. Memberi wahyu para Rasul. Sampai kapan darah masih terjual murah? Darah manusia, air mata, dan suara? Jika ditukar dengan rupiah atau dolar, berapakah nilainya? Tuhan, Engkau mengajarkan pada kami khalifah. Adalah posisi yang mulia pada sisi-Mu. Doa-doa pun lebih banyak padanya. Tapi apa yang ada pada mereka. Tak lebih adalah tawar menawar kebijakan sementara disana, asam hitam lebam tetap saja menjadi hiburan nyata lebih dari film perang. Dentuman bom seperti melodi indah menuju kematian.
Aku disini Tuhan. Siapa aku? Sejak beberapa waktu lalu, aku hanya berpetisi. Bersama kelompok-kelompok lain. Petisiku mengecam ketidakdilan ini Tuhan. Tapi apalah, genocide tetap saja terjadi. Berperang, berjihad. Jika itu pilihannya aku tak mampu. Dalam konteks jihad misalnya. Tanpa harus mengangkat pedang. Jika berjihad dengan memerangi antek-antek zionis, seperti kata-kata para aktivis. Petisi kami memboikot prodak mereka. Tapi apalah Tuhan. Lihatlah kami Tuhan. Pangan, sandang, dan papan. Semuanya dari mereka. Lalu kami berkoar atas nama kebenaran. Seolah kami adalah panutan. Aku malu Tuhan. Aku sungguh malu. Malu sebagai Muslim tapi tak sejatinya menjalani Islam. Aku telah mengotori keyakinanku Tuhan. Tapi tetaplah, Islam sebagai Islam. Itulah kesuciannya, tak butuh pengakuan. Meski pun penodaan, Islam adalah Islam.
Astaghfirullah, astghfirullah, astaghfirullah. Ampuni kelancanganku Tuhan.
Yaa Allah, jika itulah nama-Mu Tuhan. Sampai kapan ini menjadi teka-teki. Sejak Engkau mengatakan Engkaulah yang Maha Mengetahui lebih dari semua-semua yang diketahui. Tetaplah rahmat-Mu menyelimuti kami Tuhan. Kesabaran untuk menanti dari ketakutan malam hingga fajar pagi. Memberikan cahaya sebagai perpanjangan kebesaran-Mu. Doa kami pada mereka yang telah menjadi taruhan atas kebenaran ini, atas nama-Mu Yaa Allah, di Sisi-Mu tempat mereka. Salam kepada Rasulullah saw, yang akan menerima gerombolan ruh suci ini, tangisan mereka di dunia, kami yakin tak akan sia-sia. Karena ciptaan-Mu tak ada yang sia-sia Yaa Allah.
Yaa Allah, sembah sujud hamba atas kelancangan hamba. Jika memang tak pantas, maka sejatinya aku tak ingin mencuri muka pada-Mu Yaa Allah. Biarlah urusanku pada kebenaran ini menjadi rahasiaku dan hanya Engkaulah yang Maha Tahu.
Yaa Allah, kuingat nama-Mu ketika fajar pagi mengetok jendela. Saat sengatan mentari vertikal dari titik bumi, sampai saat petang menghentikan hari. Mercusuar atas nama-Mu akan terus memanggil sebagai ekspresi tawaran-Mu. Tawaran Kasih-Mu Yaa Allah…
Amiin Yaa Robbal ‘alamin
Jhanzanism
Surabaya, 20 Januari 2009
Kamar sunyi dalam kesenyapan
Senin, 29 Desember 2008
HMI dalam nilai kejuangan Islam dan kepribadian Indonesia

Selamat ulang tahun Indonesia, 17 Agustus 2009.
Adalah sebuah bentuk persuasif kepada seluruh masyarakat khususnya Mahasiswa Islam untuk menelaah sejarah dalam napak tilas perjuangan nilai-nilai Islam dalam berjihad mempertahankan eksistensi Indonesia.
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) adalah organisasi yang lahir dari kemajemukan mahasiswa Islam yang dipengaruhi baik oleh faktor sosiografis, kulturgrafis, maupun demografis. Dimana ketika lahir dan sampai saat ini, mengemban dua tugas yaitu tugas Agama dan tugas Negara. Dua hal ini bukanlah menggambarkan alternatif satu sama lain, tetapi dua hal yang tak terpisahkan satu sama lain. Dan dalam perjalanannya, HMI adalah bentuk mutlak yang tak terpisahkan dalam sejarah dan kehidupan bangsa Indonesia. Isyarat ini jelas terlihat dalam tujuan HMI ketika pertama kali berdiri yakni Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Agama Islam.
HMI yang tak lepas dari wataknya sebagai mahasiswa merupakan organisasi sebagai wadah belajar dan tumbuh untuk terus berkembang. Maka HMI menampung ide kreatif dari pemikiran yang berwawasan strategis dalam pembentukan pola pikir para kader. Kebebasan berpikir namun tetap dalam ranah koridor yang relevan menjadikan HMI seperti ruang persemaian bibit-bibit unggul untuk terus dipelihara dan kemudian menjadikan sistem pemikiran yang utuh dan terpadu.
Kemerdekaan berpikir ini semata-mata hanyalah bentuk proses pencarian kebenaran yang tak boleh stagnan pada batas-batas tertentu. Seperti halnya, lebih baik memperoleh kebenaran meskipun resiko tersesat dari pada memperoleh kebenaran dalam diam. Tersirat dari isyarat ini adalah bentuk kaderisasi yang dijalankan dalam mengemban nilai-nilai kejuangan HMI. Karena HMI adalah wadah karakter Mahasiswa yang merupakan kalangan muda untuk tak dibiarkan memendam berbagai pertanyaan yang mungkin menjadi gugatan dalam pikiran mereka bahkan menyangkut hal-hal yang dasar dalam agama. Meskipun dalam proses pencarian kalangan muda ini masih belum mapan tapi hal ini merupakan bentuk kewajaran karena dalam prosesnya akan mengalami tantangan-tantangan dan akhirnya akan lebih mematangkan pemikiran. Kondisi ini jelas dilakukan dalam bentuk kaderisasi HMI dalam forum dialog terbuka tanpa merasa digurui dan dihakimi.
Lalu, sejalan dengan lahirnya pemikiran-pemikiran ini, para kader HMI akan memahami HMI berada dalam koridor keindonesiaan dan keislaman. HMI kemudian memiliki komitmen kepada Indonesia sebagai kelanjutan dari sistem keimanannya. Dimana HMI mengindonesia karena hendak mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang diserapnya dari ajaran-ajaran agama. Maka dalam mengislam, HMI mengislam dalam wadah dikaruniakan Tuhan kepadanya, yaitu tanah air Indonesia. (Dr. H. Nurcholis Madjid, 1986).
Maka suatu pilihan mutlak bahwa HMI hadir untuk terus berkembang dan mengembangkan diri dengan mengindonesia dan suatu gejala untuk bertaqwa kepada Allah. Sejalan dengan itu pula, HMI ada sebagai organisasi pembaharuan. Dimana dalam setiap pembaharuan terdapat tiga sasaran pokok, yakni organisasi, pemikiran, dan ijtihat. Dalam konfigurasi hal-hal di atas, HMI tak lupa pada posisinya sebagai insan akademis yang bernafaskan Islam untuk menempati posisi sebagai kader bangsa Indonesia dalam dimensi dahulu (sejarah), sekarang, dan masa yang akan datang.
Sehingga tantangannya, HMI tidak hanya beriman tapi juga berilmu dengan membawa keintelektualan dan wawasan-wawasannya bergerak dalam pembinaan insan akademis, pencipta, pengabdi dalam koridor Islam serta mengambil tanggung jawab untuk terciptanya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah swt. Amiin Dalam tanggung jawab keIslaman yang universal, kita seharusnya tak hanya diam melihat penjajahan Islam saat ini. Seperti halnya kita melihat Palestina. Miniatur penjajahan Islam yang selalu luput dari solusi dan bahasan Internasional untuk mengutuk Yahudi. Sedang dalam keindonesiaan kita tak hanya diam melihat permasalahan bangsa saat ini.
Bahagia HMI
Januar S Kaimuddin
Koordinator Komisariat Sepuluh Nopember Surabaya
Pustaka :
Sejarah HMI (buku hijau)
Agus Salim Sitompul, Pemikiran HMI dan Relevansinya dengan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Berlangganan Entri [Atom]
